BERITA | 新闻 Nasional | 国内新闻
Home » 跨境数字交易成关注焦点,印尼税务总局携手38个国家和地区税务机构Transaksi Digital Lintas Negara Jadi Sorotan, DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak

跨境数字交易成关注焦点,印尼税务总局携手38个国家和地区税务机构Transaksi Digital Lintas Negara Jadi Sorotan, DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak

banner 336x280

[雅加达讯] — 跨越国界的数字业务给税务机关带来了新的挑战,包括如何识别交易以及确定相关的纳税义务。为应对这些问题,印度尼西亚税务总局(DJP)于10月13日至15日在雅加达举办的2026年“一带一路”税务管理合作论坛(BRITACOF)上,与来自38个国家和地区的税务管理机构开展合作。

第七届“一带一路”税务管理合作论坛(Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum,简称BRITACOF)讨论了在技术发展和全球商业模式变化的背景下,如何提高税务管理的有效性。其中一个重点是跨境数字服务的税收征管,包括数据交换和人工智能(AI)的应用。

banner 468x60

印尼税务总局局长Bimo Wijayanto表示,各国之间有必要加强合作,以应对经济活动的变化,同时为企业履行纳税义务提供确定性。

“我们希望纳税人能够更加便利地履行纳税义务,企业也能够在开展经营活动时获得确定性。”Bimo说。

本届论坛以“智慧税收,共享繁荣”(Smart Taxation, Shared Prosperity)为主题,还讨论了如何利用技术改善纳税人服务,以及加强税务机构的能力建设。

此外,2026年BRITACOF论坛还安排发布税务管理产品组合(Tax Administration Product Portfolio,TAPP)2.0和纳税人服务产品组合(Taxpayer Service Product Portfolio,TSPP)2.0。这两项产品组合提供税务管理和纳税人服务实践方面的参考。

此次合作涉及38个税务管理机构,以及来自税务机构和相关组织的30名观察员。通过交流经验,印尼税务总局希望提升服务质量、员工专业能力,以及应对数字税收挑战的能力。

对于企业而言,加强跨境税务合作有望简化纳税义务的履行流程,同时支持贸易和投资的发展。印度尼西亚也希望本次论坛能够取得切实成果,推动建立更具适应性的税收体系,并支持经济的可持续增长。

 

Transaksi Digital Lintas Negara Jadi Sorotan, DJP Gandeng 38 Administrasi Pajak

JAKARTA – Bisnis digital yang melintasi batas negara menghadirkan tantangan baru bagi otoritas pajak, mulai dari mengidentifikasi transaksi hingga menentukan kewajiban perpajakannya. Untuk menghadapi persoalan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menggandeng administrasi pajak dari 38 negara dan wilayah melalui forum internasional BRITACOF 2026 di Jakarta, 13–15 Oktober.

Forum Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) ke-7 ini membahas cara meningkatkan efektivitas administrasi pajak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan model bisnis global. Salah satu fokusnya adalah pemajakan layanan digital lintas negara, termasuk pertukaran data dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, kerja sama antarnegara diperlukan untuk menghadapi perubahan aktivitas ekonomi sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Harapannya, wajib pajak semakin mudah memenuhi kewajibannya dan dunia usaha mendapatkan kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya,” ujar Bimo.

Mengusung tema Smart Taxation, Shared Prosperity, forum ini juga membahas pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan wajib pajak serta memperkuat kapasitas institusi perpajakan. Selain itu, BRITACOF 2026 mengagendakan peluncuran Tax Administration Product Portfolio (TAPP) 2.0 dan Taxpayer Service Product Portfolio (TSPP) 2.0 yang memuat referensi praktik administrasi dan pelayanan pajak.

Kerja sama ini melibatkan 38 administrasi pajak serta 30 pengamat dari lembaga perpajakan dan organisasi. Melalui pertukaran pengalaman tersebut, DJP berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan, kompetensi pegawai, dan kemampuan menghadapi tantangan perpajakan digital.

Bagi dunia usaha, penguatan kerja sama perpajakan lintas negara diharapkan dapat mempermudah pemenuhan kewajiban sekaligus mendukung perdagangan dan investasi. Indonesia juga berharap forum ini menghasilkan manfaat nyata bagi pengembangan sistem perpajakan yang adaptif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

banner 336x280

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *