[坤甸]——在应对坤甸市清洁水危机和烟霾问题的政策中,女性及弱势群体需要得到更多关注。印尼妇女联盟(Koalisi Perempuan Indonesia,KPI)与西加里曼丹气候坚韧女性组织(Perempuan Tangguh Iklim,Petik Kalimantan Barat)呼吁政府让女性从环境政策的规划阶段到评估阶段全程参与。
这一呼吁是在2026年10月24日(周六)举行的一场批判性反思活动中提出的。活动主题为“在烟霾与清洁水危机中实现性别公正的气候行动”。当天恰逢坤甸建市255周年及国际气候行动日。
KPI坤甸分会秘书Mega表示,该组织已经拟定一份立场声明,并计划与坤甸市政府及坤甸市议会举行会谈。其诉求之一是加快保障民众获得清洁水的权利,同时兼顾弱势群体的需求。
“我们呼吁政府,特别是坤甸市政府和坤甸市议会,立即加快落实民众在清洁水供应方面应享有的权利。”她说。
Petik西加里曼丹协调员Hera Yulitha认为,女性不应仅仅作为项目的执行者参与相关工作。她们还需要拥有表达自身需求的空间,并能够影响有关气候变化应对措施的决策。
她表示,基层女性与公民社会组织共同参与十分重要,有助于确保政府政策更加符合当地民众的实际情况。Petik西加里曼丹也计划直接向市政府和市议会提交相关建议。
与此同时,KPI女性利益群体委员会成员Yuli表示,自2024年以来,该组织进一步加强了对气候变化给女性和儿童带来影响的关注。同时,KPI也扩大了与其他公民社会组织的合作,以更有力地反映民众的诉求。
KPI坤甸分会与Petik西加里曼丹希望,政府不应只在清洁水危机和烟霾造成影响后才采取应对措施,还应制定可持续、包容且符合性别公正原则的环境政策。
Krisis Air Bersih dan Asap, Perempuan Minta Dilibatkan dalam Kebijakan Iklim Pontianak
PONTIANAK – Perempuan dan kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih dalam kebijakan penanganan krisis air bersih dan kabut asap di Kota Pontianak. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan Perempuan Tangguh Iklim (Petik) Kalimantan Barat mendorong pemerintah melibatkan perempuan sejak perencanaan hingga evaluasi kebijakan lingkungan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam refleksi kritis bertema “Wujudkan Aksi Iklim Berkeadilan Gender di Tengah Kabut Asap dan Krisis Air Bersih”, Sabtu (24/10/2026), bertepatan dengan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak dan Hari Aksi Iklim Internasional.
Sekretaris Cabang KPI Pontianak, Mega, mengatakan pihaknya telah menyusun pernyataan sikap dan berencana melakukan audiensi dengan Pemkot serta DPRD Pontianak. Salah satu tuntutannya adalah percepatan pemenuhan hak masyarakat atas air bersih dengan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan.
“Kami mendorong pemerintah, khususnya Pemkot dan DPRD Kota Pontianak, untuk segera mempercepat pemenuhan hak-hak masyarakat dalam penyediaan air bersih,” ujarnya.
Koordinator Petik Kalbar, Hera Yulitha, menilai perempuan tidak cukup hanya dilibatkan sebagai pelaksana program. Mereka perlu memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan memengaruhi keputusan terkait penanganan perubahan iklim.
Menurutnya, keterlibatan perempuan di tingkat akar rumput bersama organisasi masyarakat sipil penting agar kebijakan pemerintah lebih sesuai dengan kondisi masyarakat. Petik Kalbar juga berencana menyampaikan usulan secara langsung kepada pemerintah kota dan DPRD.
Sementara itu, Dewan Kelompok Kepentingan Perempuan KPI, Yuli, mengatakan organisasinya memperkuat perhatian terhadap dampak perubahan iklim bagi perempuan dan anak sejak 2024. Kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil lainnya turut diperluas untuk memperkuat aspirasi masyarakat.
KPI Pontianak dan Petik Kalbar berharap pemerintah tidak hanya merespons krisis air bersih dan kabut asap ketika dampaknya muncul, tetapi juga menyusun kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan gender.







Comment