[坤甸] — 预计从2027年5月开始,Pontianak居民将能够享受城市公共交通服务。在初期阶段,政府计划开通两条巴士线路,并计划在服务推广初期提供免费乘车。
这项通过交通部Buy The Service(BTS)方案实施的计划,有望成为居民日常出行、减少对私人交通工具依赖的另一种选择,同时也有助于缓解交通拥堵。
Kalimantan Barat二级陆路交通管理局(BPTD Kelas II Kalimantan Barat)负责人I Ketut Suhartana表示,计划进行试运行的两条线路分别是:Rusunawa Harapan Jaya–RSUD dr. Soedarso路线,全长21.04公里,配备8辆巴士;以及TPI Nipah Kuning–Sungai Raya Dalam环线,全长34.52公里,配备11辆巴士。
“在已经确定的三条线路中,我们将在初期阶段先对其中两条线路进行试运行。”他说。
Pontianak市长Edi Rusdi Kamtono表示,主要挑战不仅在于准备巴士,还在于如何让居民愿意从私人交通工具转向公共交通。因此,公交站、停靠点、运行时间表,以及乘客的舒适与安全,都必须提前做好准备。
BTS公共交通服务将遵循最低服务标准,涵盖安全、保障、舒适、秩序、可负担性和平等性。巴士也计划配备闭路电视监控系统(CCTV)、全球定位系统(GPS)、驾驶员行为监测系统以及电子支付设施。
在最初三年,这项计划将获得交通部的支持,之后管理工作将移交给Pontianak市政府。市政府也需要准备资金、人力资源和基础设施,以确保这项服务能够持续运营。
Edi希望,公共交通的推出能够在Pontianak交通日益拥挤的情况下,为居民提供一种实用的出行选择。服务正式运营后,政府将进行评估,以了解其实施效果以及需要改进的地方。
Pontianak Siapkan Dua Rute Bus Umum, Gratis Saat Awal Peluncuran
PONTIANAK– Warga Pontianak ditargetkan mulai menikmati layanan angkutan umum perkotaan pada Mei 2027. Pada tahap awal, dua koridor bus disiapkan dengan rencana layanan gratis selama masa pengenalan.
Program melalui skema Buy The Service (BTS) Kementerian Perhubungan ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi, sekaligus membantu mengurangi kemacetan.
Kepala BPTD Kelas II Kalimantan Barat, I Ketut Suhartana, mengatakan dua koridor yang akan diuji coba yakni rute Rusunawa Harapan Jaya–RSUD dr. Soedarso sepanjang 21,04 kilometer dengan delapan armada, serta rute melingkar TPI Nipah Kuning–Sungai Raya Dalam sepanjang 34,52 kilometer dengan 11 armada.
“Dari tiga trayek yang telah diputuskan, pada tahap awal ini kami akan melaksanakan uji coba pada dua trayek terlebih dahulu,” ujarnya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, tantangan utama bukan hanya menyiapkan bus, tetapi juga membuat masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi. Karena itu, halte, titik pemberhentian, jadwal, serta kenyamanan dan keselamatan penumpang harus dipersiapkan.
Layanan BTS akan mengacu pada standar pelayanan minimal, mencakup keselamatan, keamanan, kenyamanan, keteraturan, keterjangkauan, dan kesetaraan. Armada juga direncanakan dilengkapi CCTV, GPS, pemantauan perilaku pengemudi, serta pembayaran elektronik.
Program ini mendapat dukungan Kementerian Perhubungan selama tiga tahun pertama sebelum pengelolaannya diserahkan kepada Pemkot Pontianak. Pemerintah kota pun perlu menyiapkan pembiayaan, sumber daya manusia, dan infrastruktur agar layanan dapat berlanjut.
Edi berharap kehadiran angkutan umum menjadi pilihan praktis bagi warga di tengah kepadatan lalu lintas Pontianak. Setelah beroperasi, layanan tersebut akan dievaluasi untuk melihat efektivitas dan kebutuhan perbaikannya.







Comment