BERITA | 新闻 Lokal | 本地新闻
Home » 大学生要求彻查西加里曼丹省长办公室示威期间七名同学遭殴打事件Mahasiswa Desak Usut Tuntas Pemukulan Tujuh Rekannya saat Demo di Kantor Gubernur Kalbar

大学生要求彻查西加里曼丹省长办公室示威期间七名同学遭殴打事件Mahasiswa Desak Usut Tuntas Pemukulan Tujuh Rekannya saat Demo di Kantor Gubernur Kalbar

[坤甸]——据称,至少有七名坤甸伊斯兰国立宗教学院(IAIN Pontianak)的大学生在2026年10月20日星期二于西加里曼丹省省长办公室举行的示威活动中遭到殴打。示威地点位于坤甸市Ahmad Yani路。大学生要求彻底调查这起疑似暴力事件,并依法处理经证实有罪的人员。

2026年10月21日星期三,坤甸伊斯兰国立宗教学院学生执行委员会(DEMA IAIN Pontianak)代表Fiqi在丹戎布拉大学(Untan)Digulis环岛接受采访时表示了上述情况。采访地点位于坤甸市Ahmad Yani路。他怀疑,在此次示威中,来自不同群体的示威者中,受害者人数可能更多。

Fiqi表示:“来自坤甸伊斯兰国立宗教学院的学生中,有七人遭到殴打。至于全部受害者的人数,我认为会多得多。”

他说,大学生将收集参与示威者提供的数据和陈述,这些参与者声称自己遭受了暴力。此举旨在统计受害者人数,同时跟进案件的处理进展。

Fiqi指称,群众组织(ormas)的成员涉及示威者表达诉求期间、冲突过程中发生的殴打事件。然而,肇事者的身份以及各方分别涉及的情况,目前尚无法通过独立核实予以确认。

他说:“我们将收集所有遭到殴打人员的名单,并将继续跟进此事,为民主以及我们所有人都必须争取的公民权利而努力。”

Fiqi强调,大学生不希望这起疑似暴力事件在缺乏明确法律处理结果的情况下不了了之。他们希望警方全面、客观地调查这起事件,包括向疑似涉事各方了解情况。

他强调说:“我们的希望是彻底调查此事,并且我们希望他们受到尽可能严厉的审判。”

大学生表示,将继续跟进此案,直到出现明确的后续处理结果。至于受害者人数,以及群众组织涉嫌参与这起事件的说法,仍需通过主管部门的调查予以确认。

 

Mahasiswa Desak Usut Tuntas Pemukulan Tujuh Rekannya saat Demo di Kantor Gubernur Kalbar

PONTIANAK – Sedikitnya tujuh mahasiswa IAIN Pontianak disebut menjadi korban pemukulan saat aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Selasa (20/10/2026). Mahasiswa mendesak dugaan kekerasan tersebut diusut tuntas dan pihak yang terbukti bersalah diproses hukum.

Perwakilan mahasiswa DEMA IAIN Pontianak, Fiqi, menyampaikan hal itu saat ditemui di Bundaran Digulis Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (21/10/2026). Ia menduga jumlah korban dari berbagai elemen massa yang terlibat dalam aksi tersebut lebih banyak.

“Dari mahasiswa IAIN itu ada tujuh orang yang terpukul. Kalau keseluruhan saya rasa banyak sekali,” ujar Fiqi.

Ia mengatakan, mahasiswa akan mengumpulkan data dan keterangan dari peserta aksi yang mengaku mengalami kekerasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendata korban sekaligus mengawal proses penanganan kasus.

Fiqi menuding anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) terlibat dalam insiden pemukulan yang terjadi di tengah bentrokan saat massa menyampaikan aspirasi. Namun, identitas pelaku dan keterlibatan masing-masing pihak belum dapat dipastikan secara independen.

“Kami akan mengumpulkan siapa-siapa yang terkena, dan kami akan terus mengawal untuk demokrasi dan hak-hak sipil yang harus diperjuangkan oleh kita semua,” katanya.

Fiqi menegaskan, mahasiswa tidak ingin dugaan kekerasan tersebut berlalu tanpa kejelasan hukum. Mereka berharap kepolisian memeriksa insiden itu secara menyeluruh dan objektif, termasuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Harapannya usut tuntas, dan kami ingin mereka diadili dengan setegas mungkin,” tegasnya.

Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada tindak lanjut yang jelas. Adapun jumlah korban dan dugaan keterlibatan ormas dalam insiden itu masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version